Resume Perangkat Jaringan
Resume Perangkat Jaringan
Nama : Sayyid Muhammad Rusydi
NIM : 19190028
Kelas : 19.4A.28
PENGERTIAN PERAGKAT JARINGAN
Perangkat jaringan
komputer
Ada banyak perangkat jaringan komputer yang berperan penting
dalam terciptanya suatu jaringan. Sudah tahukah anda apa saja
perangkat-perangkat jaringan komputer tersebut? Simak macam-macam perangkat
jaringan komputer dibawah ini:
1.REPEATER
Repeater berasal dari bahasa inggris ‘repeat’ yang memiliki arti mengulang/perulangan. Definisi dari repeater adalah alat yang berfungsi untuk memperluas jangkauan sinyal WiFi yang lemah dari WiFi utama.
Jika dikaji secara bahasa teknis, maka
pengertian repeater adalah alat yang berguna untuk menguatkan signal. Dengan
alat ini, signal yang lemah dapat ditingkatkan daya jangkaunya sehingga dapat
digunakan untuk cakupan wilayah yang lebih luas.
Karakteristik Repeater:
Mempunyai kelemahan tidak dapat melakukan filter traffic jaringan. Data yang masuk ke port repeater akan tersebar ke segmen-segmen jaringan LAN tanpa memperhitungkan apakah data dibutuhkan atau tidak.
Cara kerja Repeater
Repeater pada umumnya diletakkan disuatu tempat ketinggian
,antennanyapun ditinggikan lagi yang biasanya diletakkan diatas tower sehingga
jangkauan pancaran akan lebih jauh. Semakin tinggi letak repeater, maka akan
lebih jauh pula daya jelajahnya. Seringnya repeater diletakkan disuatu lokasi
yang tinggi misalnya di puncak Gunung,
atau Bukit , Antennanya pun di
instalasikan ditower yang cukup tinggi.
Memperkirakan jarak jangkau repeater, secara sangat
sederhana adalah dengan melihat area dari lokasi tsb dengan mata kita, bila
yang terlihat sangat luas, maka hampir dapat dipastikan, sejauh mata kita
memandang, sampai sanalah area yang
dapat dicover oleh repeater itu, ( Line Of Sight ) Mengingat keterbatasan daya
pandang, dapat saja coveragenya lebih jauh dari pandangan kita.
Peformance sebuah repeater dipengaruhi pula oleh ,daya pancar repeater, sensitivitas, serta sel;ektivitas dari repeater itu sendiri. Untuk meningkatkan kekuatan pancaran, selain meletakkan repeater pada tempat yang tinggi, maka digunakan pula Antenna dengan penguatan ( gain ) yang besar.
2. BRIDGE
Bridge adalah perangkat jaringan yang digunakan untuk
memecah jaringan yang besar. Bridge bekerja pada layer data-link dari model
OSI. Bridge bekerja dengan mengenali alamat MAC asal yang mentransmisi data ke
jaringan dan secara otomatis membangun sebuah table internal. Tabel ini
berfungsi untuk menentukan ke segmen mana paket akan di route dan menyediakan
kemampuan filtering.
Karakteristik Bridge:
Bridge dapat mengontrol broadcast pada jaringan yang terkoneksi melalui dirinya. Seperti halnya fungsi switch, Bridge juga dapat mempelajari paket frame yang diterima dan alamat MAC tujuan untuk melakukan transmisi data/paket.
Bridge dapat membantu membuat segmen jaringan luas menjadi lebih kecil agar mudah di monitor. Bridge juga dapat melakukan routing.
Cara kerja Bridge
Bridge, juga dikenal sebagai switch layer 2, dari
perngertiannya bridge adalah perangkat keras yang digunakan untuk membuat
koneksi antara dua jaringan komputer yang terpisah atau untuk membagi satu
jaringan menjadi dua. Kedua jaringan komputer ini biasanya menggunakan protokol
yang sama; Ethernet adalah contoh dari protokol ini. Fungsi Bridge ini tidak
terbatas pada Personal Komputer (PC), printer, router, switch dan hub.
Perangkat yang terhubung ke jaringan melalui kartu adapter Ethernet memiliki
apa yang dikenal sebagai alamat Media Access Control (MAC), juga disebut alamat
fisik dari perangkat keras. Inilah yang secara unik mengidentifikasi perangkat
untuk alamat yang kemudian dapat menentukan mana jaringan perangkat sedang
terhubung.
Fungsi Bridge terutama untuk meneruskan data berdasarkan
alamat MAC dari perangkat pengirim dan penerima. Operasi ini membantu untuk
menghilangkan apa yang dikenal sebagai collision domain. Salah satu cara untuk
mendefinisikan sebuah collision domain adalah jaringan di mana satu perangkat,
juga disebut simpul, memaksa semua alat lain untuk menerima ketika sedang
mengirim paket data. Definisi lain menyatakan bahwa domain tabrakan terjadi
ketika dua atau lebih perangkat mencoba untuk mengirimkan informasi pada saat
yang sama persis. Jaringan menjalankan Carrier Sense Multiple Access/Collision
Detection (CSMA / CD) harus, secara teori, dilindungi dari tabrakan yang
terjadi, tetapi CSMA/CD ini bisa saja gagal.
Setiap kali tabrakan terjadi, transmisi paket data yang
efisien sangat dikompromikan. Semakin banyak perangkat yang berada di jaringan
mencoba untuk mengirimkan data, semakin besar peluang tabrakan terjadi. Sebuah
Fungsi Bridge dapat digunakan untuk segmen satu jaringan menjadi dua, sehingga
mengurangi jumlah perangkat bersaing untuk hak transmisi. Misalnya, jika
jaringan A memiliki 20 perangkat, ada kemungkinan bahwa dua atau lebih dari
mereka akan mencoba untuk mengirimkan data pada saat yang sama dan menyebabkan
tabrakan. Jika Network Bridge ditambahkan, dapat membagi jaringan A ke jaringan
A dan B dengan masing-masing 10 perangkat.
Setelah Network Bridge dimasukkan, maka akan dimulai
“pengaturan” transmisi data dalam perangkat pada dua jaringan. Network Bridge menyelesaikan
ini dengan merekam alamat MAC dari perangkat dalam sebuah tabel yang secara
otomatis dihasilkan tanpa diprogram untuk melakukannya. Ketika perangkat
pertama mentransmisikan data, Network Bridge akan menambahkan alamat MAC
sebagai tabel forwarding untuk referensi di masa mendatang. Network Bridge juga
melihat alamat MAC dari tujuan atau perangkat penerima. Jika tidak muncul dalam
tabel, Network Bridge akan menyiarkan paket data ke semua perangkat pada kedua
jaringan untuk menemukan tujuan.
Tabel forwarding langsung dibangun, Network Bridge tidak harus menunggu sampai menerima transmisi dari perangkat sebelum dapat belajar dengan alamat MAC. MAC address dari perangkat penerima juga harus mempelajari saluran, pencarian lokasi tujuan. Setelah tujuan merespon, alamatnya juga ditambahkan ke tabel forwarding dari Network Bridge. Akhirnya, semua alamat MAC akan ditangkap dan data paket akan efisien dialihkan langsung ke tempat tujuan. Ini akan terjadi tanpa semua perangkat harus mengantri untuk proses transmisi.
3. NETWORK INTERFACE CARD (NIC)
NIC adalah singkatan dari Network Interface Card yaitu
sebuah kartu yang fungsinya sebagai jembatan dari komputer ke sebuah jaringan
komputer. Cara kerja NIC adalah untuk mengubah aliran data paralel dalam bus
komputer menjadi bentuk data serial sehingga dapat ditransmisikan di atas media
jaringan.
Fungsi NIC
- Sebagai media yang pengirimkan data ke komputer yang lain di dalam jaringan.
- Mengontrol data flow diantara komputer & sistem kabel.
- Sebagai penenerima data yang dikirim dari komputer/PC lain lewat kabel & menerjemahkannya ke dalam bit yang bisa dimengerti oleh komputer.
Cara Kerja NIC
Sebuah aliran
data paralel akan dikirimkan kepada NIC dan disimpan terlebih dahulu di dalam
memori dalam kartu sebelum dipaketkan menjadi beberapa frame berbeda-beda,
sebelum akhirnya dapat ditransmisikan melalu media jaringan. Proses pembuatan
frame ini, akan menambahkan header dan trailer terhadap data yang hendak
dikirimkan, yang mengandung alamat, pensinyalan, atau informasi pengecekan
kesalahan. Frame-frame tersebut akan kemudian diubah menjadi pulsa-pulsa
elektronik (voltase, khusus untuk kabel tembaga), pulsa-pulsa cahaya yang
dimodulasikan (untuk kabel fiber-optic), atau gelombang mikro (jika
menggunakan radio/wireless).
NIC yang
berada dalam pihak penerima akan memproses sinyal yang diperoleh dalam bentuk
terbalik, dan mengubah sinyal-sinyal tersebut ke dalam aliran bit (untuk
menjadi frame jaringan) dan mengubah bit-bit tersebut menjadi aliran data
paralel dalam bus komputer penerima.






Komentar
Posting Komentar